Naskah HAKTEKNAS 2018: Industri Elektronik di Batam Mendukung Revolusi Industri 4.0

Penulis: Rahmat Zainur Fujianto – MJ Polibatam

Batam menjadi pusat industri elektronik untuk mendukung revolusi industri 4.0.  Karena elektronik adalah salah satu sektor industri dalam penerapan teknologi di era revolusi industri keempat. Industri elektronik bisa memanfaatkan Internet of Thing yang akan memberikan keuntungan yang besar bagi industri elektronik di Batam.

Industri elektronik memiliki peluang besar karena di Batam terdapat kawasan industri yang 70 persennya diisi oleh produsen elektronik beserta penghasil beragam komponen pendukungnya. Contohnya, di kawasan industri Batamindo, telah berdiri PT Infineon Technologies sejak tahun 1999 yang memproduksi semikonduktor dan solusi sistem untuk kebutuhan komponen elektronik di sektor otomotif, komunikasi dan energi. Salah satu produk unggulan dari perusahaan asal Jerman ini adalah mikroelektronik yang diaplikasikan pada powertrain kendaraan untuk efisiensi mesin listrik atau hibrida. Perusahaan ini sebagai top three di dunia. Di bidang energi, produknya nomor satu di pasar. Mereka mampu memenuhi kebutuhan untuk komponen elektronik power plant smartphone dan otomotif. Bahkan, produk lainnya dari Infineon juga bisa diaplikasikan untuk mendukung system internet of things yang menjadi salah satu ciri teknologi Industri 4.0.

Ada empat langkah dapat dijalankan dalam upaya pengembangan industri elektronik di Batam agar mampu memasuki era Industri 4.0, yaitu menarik pemain global terkemuka dengan memberikan paket insentif menarik, mengembangkan kemampuan dalam memproduksi komponen elektronik yang bernilai tambah tinggi. Selanjutnya, meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam negeri melalui berbagai program pelatihan agar semakin terampil dan inovatif sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, serta mengembangkan pelaku industri elektronik dalam negeri yang unggul untuk mendorong transfer teknologi ke industri lainnya. Industri elektronik di Batam juga harus mengurangi ketergantungan kepada bahan baku atau komponen impor. Untuk itu, memacu industri elektronik dalam negeri agar tidak hanya terkonsentrasi pada perakitan, tetapi juga terlibat dalam rantai nilai yang bernilai tambah tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *